NASIONAL CORRUPTION WATCH BALI

Denpasar 7 agustus 2026 Ketua National Corruption Watch (NCW) Bali/DPW NCW Bali, Wong Kok Liang yang akrab disapa Donnox Wong, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengantongi sejumlah informasi dan nama yang diduga berkaitan dengan oknum dalam praktik pelayanan keimigrasian di Bali.

Informasi tersebut, menurut Donnox, berkaitan dengan dugaan adanya hubungan atau kerja sama tertentu antara oknum dengan pihak biro jasa/agen atau pihak ketiga dalam proses pelayanan keimigrasian.

Namun Donnox menegaskan, DPW NCW Bali tidak akan gegabah mempublikasikan nama ataupun memberikan vonis sebelum seluruh informasi tersebut diverifikasi secara menyeluruh.

“Kami sudah kantongi sejumlah nama dan informasi awal mengenai oknum yang diduga bermain di Bali, termasuk dugaan hubungan dengan pihak biro jasa. Tetapi kami tidak mau asal tuduh. Data akan kami dalami, fakta akan kami verifikasi, dan setiap informasi akan kami cek silang. Setelah semuanya terang dan memiliki dasar yang kuat, baru kami tentukan langkah selanjutnya,” tegas Donnox Wong.

Menurut Donnox, DPW NCW Bali tidak memiliki kepentingan untuk menjatuhkan institusi maupun individu tertentu. Yang menjadi perhatian adalah apabila terdapat dugaan penyalahgunaan kewenangan yang merugikan masyarakat dan mencoreng nama baik institusi Imigrasi.

“Kami tidak sedang mencari sensasi. Kalau memang hanya informasi yang belum terbukti, kami tidak akan menghakimi siapa pun. Tetapi kalau setelah pendalaman ditemukan fakta dan bukti yang mengarah pada pelanggaran, tentu tidak akan kami diamkan,” ujarnya.

Donnox menambahkan, pihaknya akan terus mengumpulkan informasi dari berbagai sumber dan melakukan pendalaman secara hati-hati, termasuk terhadap dugaan pola kerja sama antara oknum dan pihak ketiga yang memperoleh keuntungan dari proses pelayanan keimigrasian.

“Jangan berpikir karena dilakukan secara tertutup kemudian tidak akan diketahui. Kami sedang dalami pola, alur dan faktanya. Siapa berhubungan dengan siapa, bagaimana mekanismenya, apakah ada keuntungan tertentu, semuanya akan kami lihat berdasarkan data. Tetapi sekali lagi, kami tidak mau membangun tuduhan tanpa bukti,” kata Donnox.

DPW NCW Bali juga mengingatkan agar pihak-pihak yang selama ini bekerja secara profesional tidak ikut terkena dampak apabila nantinya ditemukan oknum yang terbukti melakukan pelanggaran.

“Kalau ada petugas yang bersih, kami akan berdiri di belakang mereka. Tetapi kalau ada oknum yang terbukti menyalahgunakan kewenangan, jangan berharap seragam atau jabatan menjadi tameng. Hukum harus berlaku sama,” tegas Donnox.
Menurutnya, langkah KPK melakukan penggeledahan di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan harus menjadi momentum bagi seluruh jajaran terkait untuk memperkuat pengawasan dan menutup celah penyimpangan.
“Kami tidak ingin kasus di daerah lain menjadi cermin yang kemudian terjadi di Bali. Justru sekarang harus dilakukan evaluasi dan pengawasan lebih ketat. Kalau ada celah, tutup. Kalau ada oknum, periksa. Kalau terbukti melakukan tindak pidana, proses sesuai hukum,” pungkas Donnox Wong.
DPW NCW Bali menegaskan akan melanjutkan pendalaman terhadap informasi yang telah diterima dengan mengedepankan data, fakta, verifikasi dan asas praduga tak bersalah.
“Kami akan bekerja dengan data, bukan dengan fitnah. Kami akan bicara berdasarkan fakta, bukan asumsi. Tetapi kalau data dan fakta sudah terang, DPW NCW Bali tidak akan mundur untuk menyampaikan dan menindaklanjutinya melalui jalur yang sesuai,” tutup Donnox Wong.(dpw ncw Bali team intelijen)



