NASIONAL CORUPTION WATCH BALI
10 April 2026 Empat pelaku diamankan Polda Metro Jaya, NCW Bali desak pengusutan tak berhenti di lapangan dan membuka kemungkinan adanya jaringan
terorganisir di balik kasus ini.
Jakarta, 10 April 2026 — Polda Metro Jaya mengungkap kasus dugaan pemerasan dengan modus mengaku sebagai pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Korban dalam perkara ini adalah pimpinan Komisi III
DPR RI, Ahmad Sahroni.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, membenarkan laporan tersebut. Peristiwa ini dilaporkan pada Kamis malam (9/4/2026) setelah korban mengaku diperas oleh empat orang pelaku yang mencatut nama KPK.
Polisi bergerak cepat dan telah mengamankan para terduga pelaku. Namun, penyelidikan masih terus dikembangkan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan lebih luas.
NCW Bali: Bongkar Dalang, Jangan
Hanya Pelaku Lapangan
Ketua DPW National Corruption Watch Bali, Wong Kok Liang (Donnox Wong), menegaskan bahwa kasus ini harus dibuka seterang-terangnya ke publik.
“Ini bukan sekadar aksi kriminal biasa. Modus mencatut nama Komisi Pemberantasan Korupsi menunjukkan ada keberanian yang tidak wajar. Kami mendesak agar aparat tidak berhenti pada pelaku lapangan, tapi juga membongkar siapa aktor intelektual di belakangnya,” tegasnya.
Alarm Keras: Negara Tak Boleh Kalah oleh Mafia Berkedok Lembaga
NCW Bali juga mendorong adanya pengawasan nasional serta transparansi penuh dalam penanganan kasus ini. Menurutnya, jika tidak ditindak tegas dan menyeluruh, praktik serupa berpotensi terus berulang dan
merusak kepercayaan publik.
“Ini alarm keras. Jangan beri ruang bagi mafia berkedok lembaga negara. Penegakan hukum harus tajam ke atas dan tanpa kompromi,” tutup Wong Kok Liang. Yang Akrab disapa DONNOX WONG (Dpw ncw team)




