BerandaNasionalMELEDAK! NCW Bali Ultimatum Sidang Korupsi Bea Cukai 6 Mei: Bongkar Semua...

MELEDAK! NCW Bali Ultimatum Sidang Korupsi Bea Cukai 6 Mei: Bongkar Semua atau Kepercayaan Publik Runtuh

NASIONAL CORRUPTION WATCH BALI

Menjelang sidang perdana kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pada 6 Mei 2026, Dewan Pimpinan Wilayah NCW Bali melontarkan peringatan keras yang tak bisa diabaikan.

Ketua DPW NCW Bali, Wong Kok Liang alias Donnox Wong, menegaskan bahwa sidang ini bukan sekadar agenda hukum rutin—melainkan momen penentuan arah kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di Indonesia.

“Jangan sampai sidang ini hanya jadi panggung formalitas. Publik menunggu kejelasan. Kalau fakta tidak dibuka secara utuh, maka kepercayaan bisa runtuh. Ini bukan perkara kecil,” tegas Donnox Wong dengan nada ultimatum.

NCW Bali menilai, kasus yang mencuat dari operasi tangkap tangan tersebut patut didalami secara menyeluruh. Bukan hanya siapa yang duduk sebagai terdakwa, tetapi juga kemungkinan adanya keterkaitan yang lebih luas yang perlu diuji di ruang persidangan.

“Jangan berhenti di permukaan. Kalau hanya nama-nama yang sudah ada, publik pasti bertanya: apakah ini sudah keseluruhan? Atau baru sebagian? Ini yang harus dijawab secara terbuka,” lanjutnya.

Dengan gaya lugas, NCW Bali menekankan bahwa persidangan ini harus menjadi ruang pembuktian yang transparan—mengungkap aliran, pola, dan setiap fakta yang relevan tanpa ada yang ditutup-tutupi.

“Kami tidak menuduh, tapi kami menuntut keterbukaan. Kalau ada fakta baru, buka. Kalau ada keterkaitan, dalami. Jangan ada ruang abu-abu dalam perkara sebesar ini,” ujar Donnox Wong.

Sorotan publik, menurut NCW Bali, kini tidak lagi bisa dianggap remeh. Masyarakat mengikuti setiap detail, setiap perkembangan, dan setiap keputusan. Karena itu, proses hukum dituntut berjalan dengan integritas penuh.

“Ini bukan sekadar sidang. Ini ujian besar. Apakah hukum benar-benar ditegakkan secara menyeluruh, atau hanya menyentuh bagian yang terlihat saja,” tegasnya lagi.

NCW Bali juga mengingatkan bahwa transparansi bukan hanya soal membuka fakta, tetapi juga soal keberanian untuk menelusuri setiap kemungkinan yang muncul dalam persidangan, tentunya sesuai koridor hukum yang berlaku.

“Kalau proses ini berjalan terbuka dan profesional, maka kepercayaan publik akan menguat. Tapi kalau sebaliknya, maka akan muncul tanda tanya besar. Ini yang harus dihindari,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, DPW NCW Bali memastikan akan terus mengawal jalannya sidang dan mengajak publik untuk ikut mengawasi sebagai bagian dari kontrol sosial.

“Semua mata tertuju ke sidang ini. Jangan sia-siakan momentum. Buka seterang-terangnya—agar hukum benar-benar berdiri tanpa bayang-bayang,” tutup Donnox Wong.(dpw ncw intelijen team)

DPW NCW BALI
DPW NCW BALIhttps://dpwncwprovinsibali.org/
Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) National Corruption Watch (NCW) Provinsi Bali adalah perwakilan resmi NCW di wilayah Provinsi Bali yang bertugas menjalankan visi, misi, dan program kerja organisasi dalam upaya pencegahan, pengawasan, serta pemberantasan tindak pidana korupsi. DPW NCW Provinsi Bali berperan sebagai mitra strategis pemerintah, penegak hukum, dan masyarakat dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Most Popular

Recent Comments