NASIONAL CORRUPTION WATCH BALI
Denpasar, Bali 22 April 2026 Dewan Pimpinan Wilayah NCW Bali melalui ketuanya, Wong Kok Liang yang akrab disapa Donnox Wong, menyampaikan apresiasi tinggi sekaligus penegasan sikap atas pelaksanaan Apel Ikrar Zero Halinar (Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba) yang digelar di Lapas Kelas IIA Kerobokan. Kegiatan ini dinilai sebagai langkah konkret dan strategis dalam memperkuat integritas serta membersihkan lembaga pemasyarakatan dari praktik-praktik menyimpang yang selama ini menjadi sorotan publik.
Dalam keterangannya, Donnox Wong menegaskan bahwa keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan tersebut menunjukkan keseriusan lintas sektor dalam memerangi peredaran narkoba, pungutan liar, serta penyalahgunaan fasilitas komunikasi di dalam lapas. Ia menilai kehadiran unsur Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Bali bersama seluruh Kepala UPT se-Bali, didukung oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali, Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta berbagai instansi terkait lainnya, menjadi bukti bahwa perang terhadap Halinar bukan kerja satu pihak, melainkan gerakan bersama yang harus dijaga konsistensinya.
“Ini bukan sekadar apel seremonial. Ini adalah deklarasi perang terbuka terhadap narkoba, pungli, dan penyalahgunaan handphone di dalam lapas. Kami melihat ada keseriusan nyata karena melibatkan banyak pihak strategis. Tapi kami ingatkan, komitmen ini tidak boleh berhenti di acara—harus menjadi budaya kerja,” tegas Donnox.
Ia menyoroti bahwa selama ini permasalahan di lembaga pemasyarakatan seringkali muncul akibat adanya celah pengawasan dan oknum yang bermain di balik sistem. Oleh karena itu, menurutnya, sinergi antara Ditjenpas, BNNP, Kepolisian, dan instansi terkait harus terus diperkuat, tidak hanya dalam kegiatan simbolik tetapi juga dalam pengawasan rutin dan penindakan tegas.
Donnox Wong juga memberikan apresiasi khusus kepada Kanwil Ditjenpas Bali yang dinilai mampu mengkonsolidasikan seluruh jajaran hingga tingkat UPT dalam satu komando integritas. Ia menyebut kekompakan tersebut sebagai fondasi penting dalam memutus mata rantai kejahatan di dalam lapas.
“Kami mengapresiasi Kanwil Ditjenpas Bali dan seluruh Ka UPT yang hadir. Ditambah dengan dukungan BNNP, Kepolisian, dan stakeholder lainnya, ini menjadi kekuatan besar. Tapi kami tegaskan, jangan sampai masih ada ruang abu-abu. Jika ada oknum yang melanggar, harus ditindak tanpa kompromi,” ujarnya tegas.
Lebih lanjut, DPW NCW Bali menegaskan akan terus berperan sebagai mitra kritis dalam mengawal implementasi komitmen Zero Halinar. Pengawasan eksternal, menurut Donnox, merupakan elemen penting agar kebijakan tidak berhenti sebagai laporan administratif, tetapi benar-benar dirasakan dampaknya di lapangan.
Ia juga mengingatkan bahwa Bali sebagai wajah pariwisata internasional memiliki tanggung jawab moral untuk menunjukkan sistem hukum dan pemasyarakatan yang bersih dan berintegritas.
“Kalau Bali bisa bersih dari praktik-praktik ini, maka akan menjadi contoh nasional bahkan internasional. Tapi jika masih ada pelanggaran, maka kepercayaan publik akan runtuh. Ini yang harus dijaga bersama,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, Donnox Wong menegaskan bahwa DPW NCW Bali siap bersinergi dengan seluruh pihak—Ditjenpas, BNNP, Kepolisian, dan elemen lainnya—dalam memastikan komitmen Zero Halinar benar-benar dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan.
“Ini ujian integritas bersama. Kami tidak hanya mengapresiasi, tapi juga akan mengawal. Tujuan akhirnya jelas: pemasyarakatan yang bersih, berwibawa, dan benar-benar menjadi tempat pembinaan, bukan sarang pelanggaran,” tutupnya.(dpw ncw team)




