NASIONAL CORRUPTION WATCH BALI
Denpasar, Bali 5 Mei 2026 Dewan Pimpinan Wilayah Nasional Corruption Watch (NCW) Bali menyampaikan apresiasi atas langkah tegas jajaran Imigrasi Bali dalam pelaksanaan Patroli Keimigrasian Dharma Dewata, yang dalam kurun waktu 2 minggu berhasil menjaring 62 Warga Negara Asing (WNA) yang diduga melakukan berbagai pelanggaran keimigrasian.
Ketua DPW NCW Bali, Wong Kok Liang, yang akrab disapa Donnox Wong, menilai bahwa operasi ini merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam menjaga kedaulatan hukum, ketertiban sosial, serta keberlanjutan ekosistem pariwisata dan ekonomi lokal di Bali.
“Langkah ini patut diapresiasi sebagai bentuk keseriusan aparat dalam menegakkan aturan. Bali sebagai etalase Indonesia harus dijaga bersama, dan penegakan hukum terhadap WNA yang melanggar merupakan bagian penting dari upaya tersebut,” ujar Donnox Wong.
Namun demikian, NCW Bali juga memandang bahwa temuan 62 WNA bermasalah dalam waktu relatif singkat perlu dilihat sebagai sinyal adanya tantangan yang lebih luas dalam sistem pengawasan keimigrasian.
“Jika dalam waktu kurang 2 minggu
dapat ditemukan puluhan pelanggaran, maka penting bagi kita semua untuk melihat ini secara komprehensif. Ini bukan semata soal angka, tetapi bagaimana sistem pengawasan dapat terus diperkuat agar potensi pelanggaran dapat dideteksi lebih dini,” lanjutnya.
NCW Bali menyoroti bahwa jenis pelanggaran yang teridentifikasi—seperti overstay, penyalahgunaan izin tinggal, hingga aktivitas yang tidak sesuai dengan izin yang dimiliki—merupakan isu yang membutuhkan perhatian serius dan penanganan berkelanjutan.
Dalam kerangka pengawasan publik, NCW Bali mendorong adanya pendalaman secara menyeluruh terhadap pola-pola pelanggaran tersebut, termasuk kemungkinan adanya celah administratif atau prosedural yang perlu diperbaiki.
“Pendekatan yang diperlukan bukan hanya penindakan, tetapi juga evaluasi sistem. Jika terdapat celah dalam mekanisme perizinan, pengawasan, maupun pelaporan, maka hal tersebut perlu diperkuat agar tidak terus berulang,” tegas Donnox.
Lebih lanjut, NCW Bali mengapresiasi komitmen Direktorat Jenderal Imigrasi yang menegaskan tidak adanya toleransi terhadap pelanggaran keimigrasian, sekaligus menilai bahwa konsistensi di lapangan menjadi kunci utama keberhasilan kebijakan tersebut.
“Kami melihat komitmen yang kuat dari pimpinan Imigrasi. Harapannya, hal ini dapat terus diimplementasikan secara konsisten dan berkelanjutan, sehingga memberikan kepastian hukum serta efek jera bagi pelanggar,” tambahnya.
NCW Bali juga menekankan pentingnya transparansi informasi kepada publik sebagai bagian dari akuntabilitas.
“Informasi terkait jenis pelanggaran, proses penanganan, serta sanksi yang diberikan perlu disampaikan secara proporsional. Ini bukan untuk membuka hal sensitif, tetapi sebagai bentuk edukasi publik dan penguatan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum,” ujarnya.
Di sisi lain, NCW Bali mendorong kolaborasi yang lebih luas antara aparat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menciptakan sistem pengawasan yang efektif.
“Masyarakat memiliki peran penting dalam memberikan informasi awal. Namun tentu harus melalui mekanisme resmi dan tetap mengedepankan asas kehati-hatian agar tidak menimbulkan stigma atau kesalahpahaman,” jelas Donnox.
NCW Bali juga memandang bahwa pengawasan terhadap WNA harus ditempatkan dalam konteks menjaga keseimbangan antara keterbukaan terhadap wisatawan dan investor asing dengan perlindungan terhadap kepentingan nasional dan lokal.
“Kita tetap terbuka terhadap kehadiran orang asing yang memberikan kontribusi positif, baik di sektor pariwisata maupun investasi. Namun keterbukaan tersebut harus berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap hukum dan penghormatan terhadap nilai-nilai lokal,” katanya.
Menutup pernyataannya, Ketua DPW NCW Bali menegaskan bahwa operasi seperti Dharma Dewata perlu menjadi bagian dari strategi jangka panjang, bukan sekadar kegiatan sesaat.
“Penertiban ini adalah langkah awal yang baik. Ke depan, yang lebih penting adalah keberlanjutan, penguatan sistem, serta sinergi semua pihak. NCW Bali akan terus memberikan dukungan sekaligus pengawasan konstruktif agar Bali tetap menjadi wilayah yang tertib, aman, dan bermartabat,” pungkas Donnox Wong.


