NASIONAL CORRUPTION WATCH BALI
DENPASAR ,24 April 2026
Langkah tegas Komisi Pemberantasan Korupsi menggeledah Safe Deposit Box (SDB) di salah satu bank di Medan dan menyita aset sekitar Rp2 miliar langsung memicu reaksi keras dari DPW NCW Bali. Kasus ini diduga terkait praktik suap impor barang dan gratifikasi yang menyeret oknum pejabat strategis di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Ketua DPW NCW Bali, Wong Kok Liang yang akrab disapa Donnox Wong, dengan nada tegas menyebut kasus ini sebagai “puncak gunung es mafia impor” yang selama ini diduga bermain rapi di balik sistem.
“Jangan anggap ini kasus kecil. Uang miliaran disimpan di SDB bukan sekadar pelanggaran, ini indikasi kuat adanya praktik terorganisir. Ini alarm keras bagi negara!” tegas Wong Kok Liang (Donnox Wong).
DPW NCW Bali menilai, keterlibatan oknum pejabat tinggi mengindikasikan bahwa praktik kotor tidak berdiri sendiri, melainkan berpotensi melibatkan jejaring kuat, terstruktur, dan sistematis yang harus dibongkar tanpa kompromi.
Dengan nada ultimatum, Wong Kok Liang yang akrab disapa Donnox Wong mendesak KPK untuk tidak berhenti pada penyitaan aset semata.
“Telusuri aliran uangnya! Bongkar siapa saja yang bermain, siapa yang melindungi, dan siapa yang menikmati. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah, tumpul ke atas,” ujarnya keras.
NCW Bali juga mengingatkan bahwa sektor impor adalah pintu vital perekonomian nasional. Jika dikuasai oleh praktik suap dan gratifikasi, maka dampaknya bukan hanya kerugian negara, tetapi juga kehancuran kepercayaan publik dan rusaknya iklim usaha yang sehat.
Lebih jauh, DPW NCW Bali mendesak reformasi total di tubuh Bea Cukai, mulai dari pembersihan internal, audit menyeluruh, hingga penguatan sistem pengawasan berbasis teknologi untuk menutup celah korupsi.
Tak hanya itu, sinergi antar lembaga penegak hukum seperti Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan KPK dinilai mutlak diperlukan agar kasus ini tidak “masuk angin” di tengah jalan.
“Ini momentum bersih-bersih nasional. Kalau dibiarkan, mafia impor akan terus menggerogoti negara dari dalam. Tidak boleh ada kompromi!” tutup Wong Kok Liang (Donnox Wong) dengan tegas.(dpw ncw team intelijen)




