NASIONAL CORRUPTION WATCH BALI
Denpasar, Bali 17 April 2026 Gelombang tekanan publik terhadap dugaan praktik pungutan liar (pungli), korupsi, hingga penyimpangan kewenangan di Bali mulai menguat. Dewan Pimpinan Wilayah Nasional Corruption Watch (DPW NCW) Bali secara tegas menyatakan siap berada di garis depan dalam membongkar berbagai dugaan pelanggaran yang selama ini dinilai meresahkan masyarakat.
Langkah konkret pun disiapkan. DPW NCW Bali akan segera meluncurkan hotline pengaduan masyarakat, yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga negara asing (WNA) di Bali. Kanal ini menjadi pintu masuk bagi laporan dugaan pelanggaran yang selama ini kerap tidak tersalurkan.
Ketua DPW NCW Bali, Wong Kok Liyang yang akrab disapa Donnox Wong, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam terhadap praktik-praktik yang berpotensi merugikan masyarakat dan mencoreng citra Bali di mata dunia.
“Kami tidak ingin Bali menjadi tempat nyaman bagi oknum-oknum yang bermain di wilayah abu-abu hukum. Jika ada dugaan pungli, korupsi, atau penyalahgunaan kewenangan, kami akan kawal sampai terang,” tegasnya.
DPW NCW Bali juga memastikan akan memperkuat koordinasi dengan lembaga penegak hukum seperti Kejaksaan Tinggi Bali, Kepolisian Daerah Bali, serta Komisi Pemberantasan Korupsi dan aparat penegak hukum lainnya. Sinergi ini diyakini menjadi kunci agar setiap laporan dapat ditindaklanjuti secara profesional dan transparan.
Dalam pernyataannya, Wong Kok Liyang menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar opini atau narasi tanpa dasar. Semua langkah akan berbasis data dan bukti yang kuat.
“Kami bekerja tegak lurus. Tidak ada ruang untuk asumsi. Semua harus berbasis data dan fakta. Jika sudah A1, lengkap dengan bukti dan dokumen, baru kami ungkap ke publik dan kawal secara serius,” ujarnya.
Ia juga menyoroti masih banyaknya masyarakat yang memilih diam meski mengetahui adanya dugaan pelanggaran, karena rasa takut atau tidak tahu harus melapor ke mana.
“Jangan takut. Kalau benar, kita lawan bersama. Laporkan ke kami. Tapi ingat, kumpulkan bukti. Dokumentasikan. Jangan hanya bicara tanpa dasar,” tegas Wong Kok Liyang.
Selain isu korupsi dan pungli, DPW NCW Bali turut menyoroti persoalan lingkungan, khususnya maraknya sampah di sepanjang pesisir pantai Bali yang dinilai sebagai cerminan lemahnya pengelolaan.
“Ini bukan sekadar sampah. Ini soal tata kelola. Kalau dibiarkan, bisa menjadi indikasi kelalaian, bahkan dugaan penyimpangan dalam pengelolaan,” tambahnya.
Dengan nada yang semakin tajam, Wong Kok Liyang yang akrab disapa Donnox Wong menyerukan gerakan bersama untuk membersihkan Bali dari berbagai praktik yang merusak tatanan negara.
“Bali tidak boleh jadi sarang ‘tikus-tikus’ yang menggerogoti sistem. Kita harus bersih-bersih. Ini bukan hanya tugas aparat, tapi tugas kita semua,” ujarnya.
Seruan ini menjadi sinyal kuat bahwa DPW NCW Bali tidak hanya hadir sebagai pengamat, tetapi juga sebagai bagian dari tekanan publik yang mendorong transparansi dan akuntabilitas di berbagai sektor.
“Kami tidak berpihak, kami berdiri di atas kebenaran. Selama ada data dan fakta, kami akan ada di sana. Kebenaran tidak boleh kalah,” tutup Wong Kok Liyang.
Dengan peluncuran hotline pengaduan ini, DPW NCW Bali berharap partisipasi masyarakat meningkat dan menjadi kekuatan nyata dalam mewujudkan Bali yang bersih, berintegritas, serta bebas dari praktik-praktik yang merusak kepercayaan publik tegas nya( dpw ncw Bali team)



