DPW NCW BALI.
Bali 6 february 2026 — Aksi para menteri dan pejabat negara yang turun langsung melakukan bersih-bersih pantai di Bali kembali menuai sorotan tajam. Meski terlihat impresif di hadapan kamera, langkah tersebut dinilai tidak lebih dari solusi simbolik di hilir yang gagal menyentuh akar persoalan krisis sampah yang sudah
bersifat struktural dan kronis.
Narasi “perang melawan sampah” dinilai hanya akan menjadi slogan kosong selama regulasi di hulu lemah, penegakan hukum tumpul, dan infrastruktur pengelolaan sampah masih dalam kondisi memprihatinkan. Masalah sampah di Bali bukan persoalan estetika atau kurangnya aksi pungut sampah, melainkan kegagalan sistemik dalam tata kelola waste management yang telah berlangsung b
ertahun-tahun tanpa evaluasi serius.
Setiap musim sampah kiriman tiba, pola yang sama kembali terulang. Pemerintah panik, pejabat turun ke lapangan, kamera menyala, konten diproduksi, lalu masalah kembali dilupakan setelah sorotan publik mereda. Tidak ada terobosan kebijakan yang menyentuh hulu persoalan, mulai dari pengurangan sumber sampah, pengendalian plastik sekali pakai, hingga pembangunan sistem pengolahan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Pengamat dan pegiat lingkungan menilai pendekatan semacam ini hanya memperpanjang siklus kegagalan. Bersih-bersih massal tanpa pembenahan sistem hanya berfungsi sebagai kosmetik kebijakan, bukan solusi nyata. Publik pun semakin lelah menyaksikan kebijakan yang lebih sibuk membangun citra daripada
menghasilkan dampak konkret.
Lebih ironis lagi, Bali sebagai destinasi pariwisata dunia justru terus mempertontonkan ketidakmampuan negara dan pemerintah daerah dalam mengelola sampahnya sendiri. Beban akhirnya ditanggung masyarakat lokal, lingkungan pesisir, dan citra Bali di mata internasional.
Sudah saatnya pemerintah berhenti menjadikan krisis sampah sebagai panggung seremoni tahunan. Yang dibutuhkan Bali bukan aksi simbolik, melainkan keberanian politik untuk membenahi sistem pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, memperketat regulasi, membangun infrastruktur yang layak, serta menindak teg
as pelanggaran tanpa pandang bulu.
Tanpa langkah radikal dan sistemik, krisis sampah di Bali tidak akan pernah selesai. Aksi pungut sampah boleh viral hari ini, tapi sampah akan kembali menumpuk besok—dan publik kembali disuguhi janji yang sama.



